Tampilkan postingan dengan label Komponen Elektronika. Tampilkan semua postingan
Umumnya rangkaian elektronika dirakit pada sebuah papan rangkaian tercetak atau lebih dikenal sebagai PCB (Printed Circuit Board). Sebelum dapat dipakai, PCB harus direncanakan layoutnya terlebih dahulu, dicetak, dan baru kemudian komponen-komponen dapat dipasang untuk dilakukan penyolderan. Untuk keperluan praktis dalam pembuatan purwarupa rangkaian elektronik, dapat digunakan Breadboard.
Lubang-lubang pada sisi atas dan sisi bawah yang ditandai dengan garis merah dan biru, biasanya dipakai untuk hubungan catudaya (+) dan (-), sedangkan lubang-lubang di bagian tengah dipakai untuk menghubungkan satu komponen dengan komponen lainnya. Berikut ini contoh pengawatan pada Breadboard:
Kegunaan Breadboard
Ini merupakan papan yang berfungsi sebagai media dalam melakukan pengawatan rangkaian elektronika dan microcontroller dengan tanpa menyolder.![]() |
| Contoh Salah Satu Jenis Breadboard |
Hubungan Antar Lubang pada Breadboard
Sebuah breadboard mengandung banyak lubang (holes). Lubang-lubang inilah tempat menancapkan komponen-komponen untuk dilakukan pengawatan. Hal pokok yang harus anda ketahui mengenai Breadboard adalah bagaimana cara lubang-lubang itu saling terhubung satu dengan lainnya. Hubungan antar lubang-lubang itu ditunjukkan oleh skema berikut ini:![]() |
| Skema Hubungan Antar Lubang pada Breadboard |
![]() |
| Contoh Pengawatan Komponen-Komponen pada Breadboard |
Jenis-Jenis Breadboard
Breadboard Transparan
Breadboard transparan bisa dilihat dengan jelas hubungan antar lubang-lubangnya, sehingga sangat membantu dalam melakukan pengawatan dan melacak kesalahan.| Bentuk Breadboard Transparan |
Tiny Breadboard
Jenis breadboard ini memiliki ukuran kecil sehingga jumlah lubang yang tersedia juga sedikit dari breadboard ukuran normal.![]() |
| Contoh Tiny Breadboard |
BB-301 Breadboard
Breadboard jenis ini memiliki 270 lubang. Berikut salah satu bentuknya:![]() |
| Breadboard BB-301 |
Anda sudah mempelajari tentang Dioda, bukan? Nah, terdapat salah satu jenis dioda yang mampu memancarkan cahaya. Komponen itu biasa disebut LED, singkatan dari Light Emitting Diode yang artinya dioda yang memancarkan cahaya. LED memancarkan cahaya ketika mendapatkan tegangan-bias maju (forward bias). Warna cahaya yang dipancarkan bergantung kepada jenis bahan semikonduktor yang dipakai.
![]() |
| Contoh LED Hijau Ukuran 5mm |
Simbol dan Polaritas Kaki-Kaki LED
Sedikitnya LED memiliki dua kaki, yaitu kaki anoda (+) dan kaki katoda(-), dengan demikian pemasangan LED harus memperhatikan polaritas kaki-kaki tersebut. Berikut simbol dan polaritas kaki-kaki pada LED:![]() |
| Simbol dan Polaritas Kaki-kaki LED |
Jenis-Jenis LED
LED Jenis DIP
DIP singkatan untuk Dual-Inline Package. Terdapat beberapa ukuran untuk LED jenis ini, yaitu diameter 3mm, 5mm, 8mm dan 10mm. Warna cahaya yang dipancarakan bisa satu warna, dua warna dan tiga warna. Contoh pemakaian LED jenis DIP adalah pada lampu pengatur lalu-lintas, lampu sign mobil dsb.![]() |
| Contoh LED Jenis DIP |
LED Jenis SMD
SMD singkatan untuk Surface Mounted Device. LED SMD memiliki ukuran sangat kecil yaitu 3,8mm x 2,5mm, dengan kebutuhan daya yang kecil pula. Selain itu, pancaran cahaya yang dihasilkannya menyebar secara lembut. Contoh penerapan LED SMD adalah pada lampu hemat energi.![]() |
| Contoh Beberapa Ukuran LED SMD |
LED Jenis HPL
HPL singkatan untuk High Power LED atau LED berdaya tinggi. Sesuai dengan namanya, LED HPL memapu menghasilkan pancaran cahaya dengan intensitas tinggi. Daya yang dihasilkan dari puluhan watt hingga ratusan watt. itulah sebabnya LED jenis ini sering dipakai dalam lampu penerangan skala besar.![]() |
| Contoh Lampu Proyek dengan HPL |
LED Jenis COB
COB singkatan untuk Chip On Board. berarti LED jenis ini tersusun pada sebuah papan rangkaian. jenis LED ini banyak dipakai pada lampu penerangan ruangan, lampu kabin pada kendaraan dsb.![]() |
| Contoh Lampu 10Watt dengan LED COB |
Elektronika digital merupakan bagian dari ilmu elektronika yang fokus pembahasannya terletak pada pengolahan sinyal digital. Sebuah sinyal digital hanya memiliki dua kemungkinan keadaan, yaitu "HIGH" dan "LOW" (namun sering pula dinyatakan sebagai "TRUE" dan "FALSE" maupun "1" dan "0"). Didalam sebuah rangkaian digital, secara teknis kondiri "HIGH" dinyatakan oleh tegangan sebesar 5 volt, sedangkan kondiri "LOW" dinyatakan oleh tegangan sebesar 0 volt.
Didalam elektronika digital dikenal beberapa jenis gerbang logika. Sebenarnya ini merupakan rangkaian elektronika juga, namun memiliki sifat khusus yang bisa menghasilkan keluaran logika tertentu sesuai dengan masukan sinyal digital yang diberikan kepadanya.
Dari tabel kebenaran diatas tampak jelas bahwa output gerbang AND akan bernilai 1 (HIGH), jika kedua inputnya bernilai logic 1. Di pasaran gerbang AND tersedia dalam kemasan (chip). Berikut contoh IC SN7408 yang berisi empat gerbang AND didalamnya.
Berikut contoh IC 7432 dengan empat gerbang OR didalamnya:
Berikut contoh IC gerbang NOT yang ada di pasaran. IC 74LS04 berisi enam gerbang NOT didalamnya.
Berikut contoh IC gerbang NAND yang terdapat di pasaran:
Berikut contoh IC gerbang NOR yang beredar di pasaran:
Contoh komponen IC XOR yang ada di pasaran:
Berikut contoh IC XNOR yang ada di pasaran:
![]() |
| Contoh Skema Rangkaian Gerbang Logika |
Gerbang AND
Kata "AND" berarti "DAN". Karakteristik dari gerbang AND adalah akan menghasilkan output logic "HIGH" jika dan hanya jika seluruh inputnya bernilai logic "HIGH".![]() |
| Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang AND |
![]() |
| Contoh IC Gerbang AND |
Gerbang OR
Kata "OR" berarti "ATAU". Karakteristik dari gerbang OR adalah akan menghasilkan output logic "HIGH" jika salah satu atau seluruh inputnya bernilai logic "HIGH".![]() |
| Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang OR |
![]() |
| Contoh IC Gerbang OR |
Gerbang NOT
Kata "NOT" berarti "TIDAK". Karakteristik dari gerbang NOT adalah outputnya akan menghasilkan nilai logika "HIGH" hanya jika inputnya bernilai logika "LOW".![]() |
| Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NOT |
![]() |
| Contoh IC Gerbang NOT |
Gerbang NAND
Gerbang NAND terdiri dari gerbang "NOT" dan "AND". Pada dasarnya ini merupakan gerbang NAND yang outputnya diberi gerbang NOT, sehingga memiliki karakteristik outputnya akan menghasilkan nilai logika "HIGH" jika salah satu atau seluruh inputnya bernilai logika "LOW".Berikut contoh IC gerbang NAND yang terdapat di pasaran:
![]() |
| Contoh IC gerbang AND |
Gerbang NOR
Gerbang NOR merupakan gerbang OR yang outputnya diberi gerbang NOT, sehingga memiliki karakteristik outputnya akan bernilai logika "HIGH" jika dan hanya jika seluruh inputnya bernilai logika "LOW".![]() |
| Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang NOR |
![]() |
| Contoh IC Gerbang NOR |
Gerbang XOR
Singkatan dari "EXCLUSIVE-OR". Memiliki karakteristik yang hampir sama dengan gerbang OR, akan tetapi XOR akan menghasilkan output "HIGH" jika dan hanya jika salah satu inputnya ada yang bernilai logika "HIGH".![]() |
| Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang XOR |
![]() |
| Contoh IC Gerbang XOR 7486 |
Gerbang XNOR
Singkatan dari "EXCLUSIVE NOR". Karakteristiknya hampir sama dengan gerbang NOR, namun disini output gerbang XNOR akan bernilai logika "HIGH" jika seluruh inputnya bernilai logika "HIGH" atau "LOW".![]() |
| Simbol dan Tabel Kebenaran Gerbang XNOR |
![]() |
| Contoh IC Gerbang XNOR |


























