Posted by : Wawan Hartanto Sabtu, 13 Desember 2014

Terdapat dua kelompok komponen elektronika yaitu komponen pasif dan komponen aktif. Resistor termasuk salah satu komponen pasif. Dikatakan komponen pasif karena komponen yang bersangkutan tidak membutuhkan tegangan-muka (tegangan bias) supaya dapat bekerja.

Contoh Resistor (Sumber: http://circuitstudy.com)

Fungsi Resistor

Fungsi pokok dari sebuah Resistor adalah memberikan hambatan terhadap arus listrik yang melewatinya sehingga Resistor dapat pula dimanfaatkan untuk membagi arus serta menurunkan tegangan.

Nilai Resistor

Nilai hambatan Resistor diukur dalam satuan Ω , kΩ dan MΩ, dimana 1M sama dengan 1.000kΩ atau 1.000.000Ω. Nilai yang dimiliki oleh sebuah Resistor dapat "dibaca" melalui gelang-gelang kode warna yang terdapat di badannya.
Tabel Kode Warna Resistor

Perhitungan Nilai Hambatan

Contoh perhitungan:
Resistor dengan kode-kode warna gelang:
  • Coklat, berarti 1
  • Hitam, berarti 0
  • Merah, berarti x 100
  • Perak, berarti toleransi 10%.
Jadi, perhitungan nilai hambatannya adalah:
  • R = 10 x 100 = 1.000 Ω = 1 kΩ

Perhitungan Nilai Toleransi

Karena faktor kualitas bahan yang dipakai untuk membuat Resistor serta faktor-faktor lainnya, nilai hambatan sebuah resistor boleh jadi tidak sama persis dengan nilai yang diperoleh dari perhitungan kode-kode warnanya. Ketidaksesuaian yang masih bisa diterima ditunjukkan oleh nilai toleransi yang dimiliki oleh resistor tersebut.
Sebagai contoh, resistor diatas memiliki toleransi sebesar 10%, yang berarti:
  • 10% x 1.000 Ω = 100 Ω
Jadi perubahan nilai hambatan yang bisa diterima adalah:
  • (1.000 Ω - 100 Ω) s.d. (1.000 Ω + 100 Ω)
  • 900 Ω s.d. 1.100 Ω

Jenis-Jenis Resistor

Fixed Resistor

Resistor jenis memiliki nilai hambatan yang tetap, tak peduli dari bahan apapun resistor itu dibuat. Nilai-tetap yang dimaksud bisa dilihat melalui kode warna gelang-gelangnya atau mungkin pula tertera secara langsung pada badan resistor.
Contoh Beberapa Fixed Resistor

Variable Resistor

Berbeda dengan jenis resistor sebelumnya, variabel resistor memiliki nilai hambatan yang bisa diubah-ubah. Nama lain dari variable resistor adalah VR, Trimpot dan Potensiometer. Sebagai contoh, sebuah potensiometer 10kΩ nilainya bisa diubah-ubah sesuai keperluan, antara 0Ω hingga 10kΩ.
Variable Resistor (Sumber: http://siri-tw.com)

Light Dependent Resistor (LDR)

LDR merupakan jenis resistor yang nilai hambatannya bisa berubah-ubah karena pengaruh sinar.
Contoh LDR (Sumber: http://iiam.blogdetik.com)

Thermistor

Jenis resistor ini memiliki nilai hambatan yang bisa dipengaruhi oleh temperatur. berdasarkan koefisien suhunya terdapat dua macam thermistor yaitu Thermistor NTC dan thermistor PTC. Jenis NTC akan meningkat nilai hambatannya jika terjadi kenaikan temperatur, sebaliknya jenis PTC akan meningkat nilai hambatannya seiring dengan peningkatan temperatur.
Thermistor (Sumber: http://ussensor.com)

Simbol Resistor

Didalam rangkaian elektronik, resistor dan sejenisnya disimbolkan seperti terlihat pada gambar dibawah. kaki-kaki resistor tidak memiliki polaritas, artinya tidak ada tanda positif (+) dan negatifnya (-). 
Simbol Beberapa Jenis Resistor (Sumber: http://matrixtsl.com)


Punya pertanyaan?

Berlangganan Posting | Berlangganan Komentar

Welcome to My Blog

Materi Pembelajaran

Info Pelatihan

Pelatihan Dasar Robotika

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman

Diberdayakan oleh Blogger.

- Copyright © DIY Rekayasa -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -